Cerita

Dongeng Sesudah Tidur

Teman Masa Kecil menyampaikan semua pesan berikut ini kepada Protagonis lewat sebuah mimpi. Sore itu sekitar habis Asar, Protagonis mengunjungi makam adiknya yang entah bagaimana bisa bersebelahan dengan tempat peristirahatan teman masa kecilnya. Protagonis menyiramkan air mawar dan menaburkan bunga di kedua kuburan itu. Protagonis membacakan surah Alfatihah dalam hati, lalu dia menatap batu nisan… Lanjutkan membaca Dongeng Sesudah Tidur

Iklan
Tanpa kategori

Surat buat Teman Masa Kecil yang Tidak Pernah Terkirim

Tidak selamanya terang itu indah, katamu pada suatu hari di dalam mimpiku. Bertahun-tahun setelah kau tiada, akhirnya aku sepakat. Bagaimana cahaya kerap menjadi bahaya untukku. Membunuh jam tidurku berulang kali. Maka demi terpejamnya mata, selalu kumatikan sinar satu-satunya di kamar. Cara ini kadang suka gagal, sebab masih terdengar detak jam dinding yang membisingkan. Kau tahu,… Lanjutkan membaca Surat buat Teman Masa Kecil yang Tidak Pernah Terkirim

Cerita

Momen-Momen Buruk Saat Kondangan

Mana aku tahu kalau jadwal acara pernikahan Widya Sari bertepatan dengan agenda Kampanye Putih. Aku tidak berhubungan dengan kegiatan politik itu, tapi lokasi resepsi pernikahannya yang dekat dengan Senayan tentu saja akan terkena imbasnya: macet. Apalagi acaranya hari Sabtu pukul 19.00-21.00 WIB yang berarti malam Minggu. Oh, ini bakalan padat merayap. Saat aku coba mengeceknya… Lanjutkan membaca Momen-Momen Buruk Saat Kondangan

Puisi

Disforia Pengusik Kenangan

Mengapa wajah-wajah penyesalan terkadang kembali hadir ketika lupa telah selesai menyapu bersih lantai kenangan? Sudahkah dia benar-benar melaksanakan tugasnya? Aku tak punya bukti apa-apa selain harus menebak-nebak ini semua kesalahan siapa. Apakah ini salah ingatan yang terlalu kejam dan sanggup mengembalikan segala noda yang terhapus itu? Atau ini kesalahan mimpi yang ceroboh dan justru lalai… Lanjutkan membaca Disforia Pengusik Kenangan

Cerita

Menghapus Rekam Jejak dan Repetisi

Ekspresi wajah Merah seketika berubah. Ia bertanya apakah Biru serius, lalu dijawab dengan anggukan kepala. Bibir Merah yang tadinya terbuka lebar kini telah tergembok dan seakan-akan kuncinya hilang. Lima menit sebelumnya, Biru menyodorkan ponselnya—yang layarnya sedang menampilkan salah satu tulisan blog “Blue or Blur”—kepada Merah. “Buset, sampah amat ceritanya,” ujar Merah. Merah kembali menghujat kisah di blog… Lanjutkan membaca Menghapus Rekam Jejak dan Repetisi

Cerita · Ocehan

Perasaan Ganjil yang Kembali Menyerang

Perasaan ganjil ini kembali menyerang saya. Ada semacam ketakutan menuangkan pikiran setelah membaca tulisan yang idenya bagus, liar, dan gila. Apalagi penggarapannya pun luar biasa. Saya akan merasa kerdil sehabis mengetahui, bahwa apa yang saya ceritakan itu tidak ada apa-apanya dan belum tentu menarik bagi orang lain. Namun seperti yang penulis-penulis terdahulu katakan, seenggaknya ada… Lanjutkan membaca Perasaan Ganjil yang Kembali Menyerang

Cerita

Upaya Menikmati Minggu Malam Sebelum Senin Datang

Ada banyak cara melarikan diri dari rasa jenuh saat menggarap tulisan. Menonton Youtube maupun film, main game, mendengarkan musik, dan tidur. Jika terlalu banyak melakukan kegiatan barusan, biasanya tulisan itu akan segera terlupakan dan sudah kehilangan minat untuk menyelesaikannya. Sejauh ini, bagi saya ada cara lain yang ampuh untuk meneruskannya. Membaca karya idola biasanya bikin… Lanjutkan membaca Upaya Menikmati Minggu Malam Sebelum Senin Datang