Cerita

Sampah yang Mungkin Berguna

Idk why i let people treat me like shit. Adakalanya aku mengalami hal buruk sebagaimana yang tertulis di kalimat itu. Tapi, aku betul-betul bingung kenapa malah telat sadar. Sekalipun nanti aku sudah tahu, bodohnya masih tetap membiarkan mereka melakukan hal yang semena-mena terhadapku. Misalnya, sewaktu bekerja lepas di suatu media, aku berulang kali menuruti seorang… Lanjutkan membaca Sampah yang Mungkin Berguna

Iklan
Tanpa kategori

Katalis

Rendam dan dinginkan kepalamu di kolam berwarna langit itu, Sayangku. Jangan kau sunggi lagi nerakanya. Kau manusia, bukan malaikat, iblis, atau Tuhan. Kasihan gagasanmu yang suci itu kalau terus-menerus terbakar oleh dosa, lalu berjatuhan. Menyisakan abu. Tertiup angin. Kehilangan ingin. Tak ada arti. Apa kini apinya telah padam? Jika sudah, kumpulkan energi-energi baru. Santai saja,… Lanjutkan membaca Katalis

Tanpa kategori

Lima Fragmen Penghancur Diri Sendiri

/1/ Dunia ideal yang aku inginkan adalah kebakaran di gedung bertingkat 50. Sedangkan hidup yang kujalani malah berbentuk segayung air--yang dengan polosnya berusaha memadamkan api itu. /2/ Puisi yang bagus konon berwujud senja di dalam secangkir kopi. Aku lebih suka es teh dengan segenggam gula dan sejumput gila. Lebih buruk mana, insomnia atau tulisanku? Lebih… Lanjutkan membaca Lima Fragmen Penghancur Diri Sendiri

Puisi

Mendengarkan Mono

Kau kembali gagal tidur karena kepala masih berputar mengelilingi bulan. Guling telah kaupeluk, tapi tidak ada kehangatan yang dapat mengobati dinginnya kesepian. Adakah api yang bisa membakarmu hingga menjadi abu? Apakah "tetapi" masih bisa menghapus hal-hal tabu?   Kelelawar mulai beterbangan dan hinggap di pohon jambu. Kelakar berhamburan dan minggat tanpa menyalakan rambu.   Butuh… Lanjutkan membaca Mendengarkan Mono

Ocehan

Ini Metafora atau Kiasan atau Omong Kosong?

Alih-alih mengucapkan “Selamat Hari Ibu”, saya justru ingat sama blog akbaryoga yang sudah berusia enam tahun. Geli juga melihat tiga tahun pertama yang cuma buang sampah dan tahi sembarangan. Anehnya, setahun kemudian saya malah senang melakukannya secara rutin seminggu sekali. Tujuannya supaya bersih, lega, dan sehat. Setahun berikutnya pun masih sama, tapi sedikit-sedikit mulai belajar… Lanjutkan membaca Ini Metafora atau Kiasan atau Omong Kosong?

Puisi

Sayang, Aku Terlalu Pengecut untuk Mengenalmu

Seandainya aku dapat meluncur bebas ke suatu hari di masa lalu, aku mungkin akan memilih waktu di mana mata kita saling menatap (secara tidak sengaja, tentu saja). Lalu, jika hari itu kembali lagi dan aku berhasil membuang ketakutanku, akankah aku bisa betul-betul menetap? Kini, aku mulai memasuki ruang hampa. Di dalamnya, aku bisa puas mengutuk… Lanjutkan membaca Sayang, Aku Terlalu Pengecut untuk Mengenalmu