Puisi

Aku Memang Tidak Tahu Malu

Sehabis membaca kitab puisi almarhum SS, Dan Kematian Makin Akrab, aku rasanya tidak berani lagi mengukir sajak di sini, di tempat ini, atau di mana pun. Aku pun sekarang bingung, kenapa bisa-bisanya menampilkan deretan kata busuk dengan jemawa. Yang mungkin akan membuat pencinta diksi tertawa sekaligus kecewa. Sebab di rumah ini, di kamar ini, tak… Lanjutkan membaca Aku Memang Tidak Tahu Malu

Iklan
Puisi

Mendengarkan Mono

Kau kembali gagal tidur karena kepala masih berputar mengelilingi bulan. Guling telah kaupeluk, tapi tidak ada kehangatan yang dapat mengobati dinginnya kesepian. Adakah api yang bisa membakarmu hingga menjadi abu? Apakah "tetapi" masih bisa menghapus hal-hal tabu?   Kelelawar mulai beterbangan dan hinggap di pohon jambu. Kelakar berhamburan dan minggat tanpa menyalakan rambu.   Butuh… Lanjutkan membaca Mendengarkan Mono

Puisi

Sayang, Aku Terlalu Pengecut untuk Mengenalmu

Seandainya aku dapat meluncur bebas ke suatu hari di masa lalu, aku mungkin akan memilih waktu di mana mata kita saling menatap (secara tidak sengaja, tentu saja). Lalu, jika hari itu kembali lagi dan aku berhasil membuang ketakutanku, akankah aku bisa betul-betul menetap? Kini, aku mulai memasuki ruang hampa. Di dalamnya, aku bisa puas mengutuk… Lanjutkan membaca Sayang, Aku Terlalu Pengecut untuk Mengenalmu

Puisi

Pengamen yang Menyelamatkanku dari Maut

Gerombolan pengamen mendatangi rumahku. Mereka pun berdongeng tentang religi: Sebuah kisah di padang mahsyar.     Aku menelan bunyi itu samar-samar Sambil bersembunyi di dalam sunyi kamar.   Nada-nadanya menyisipkan seperangkat doa Untuk menjernihkan kolam hatiku yang tercemar. Keruhnya lalu dibawa terbang oleh para camar. Menuju tepi pantai, hingga tenggelam ke dasar laut. Lagu yang… Lanjutkan membaca Pengamen yang Menyelamatkanku dari Maut

Puisi

Mendesain Puisi

Bagi yang mengikuti akun Instagram saya: ketikyoga, mungkin kamu pernah beberapa kali melihat saya mengunggah gambar bernuansa desain. Saya sadar, hasil desain yang saya pamerkan itu masih biasa-biasa saja. Sejujurnya, saya juga enggak memiliki ketertarikan khusus dalam hal desain. Alasan saya belajar desain itu karena ingin mencoba-coba juga hal lainnya—selain dunia tulis-menulis. Bermula pada tahun… Lanjutkan membaca Mendesain Puisi

Puisi

Waktu

Kau tak sudi kehilangan waktu dan bilang sangat menghargainya. Tapi mengapa kau gemar membuatku menanti? Bukankah itu suatu kontradiksi? Aku sungguh tidak berani menyebut tulisan ini puisi. Aku hanya ingin bereaksi. Sebagaimana waktu --yang kaupuja dan bangga-banggakan itu-- selalu menjadi saksi pada setiap datangnya friksi. Apa kau belum sanggup menjawab pertanyaanku pada bait pertama? Kau… Lanjutkan membaca Waktu