Ocehan

Ini Metafora atau Kiasan atau Omong Kosong?

Alih-alih mengucapkan “Selamat Hari Ibu”, saya justru ingat sama blog akbaryoga yang sudah berusia enam tahun. Geli juga melihat tiga tahun pertama yang cuma buang sampah dan tahi sembarangan. Anehnya, setahun kemudian saya malah senang melakukannya secara rutin seminggu sekali. Tujuannya supaya bersih, lega, dan sehat. Setahun berikutnya pun masih sama, tapi sedikit-sedikit mulai belajar… Lanjutkan membaca Ini Metafora atau Kiasan atau Omong Kosong?

Iklan
Ocehan

Buku dan Kubu

Mereka bilang mencintai buku, tapi apakah perlu membuat kubu? Yang satu mengatakan buku ini kurang sastra, yang satu lagi berpendapat buku itu terlalu berat dibaca. Perbedaan selera kerap dijadikan masalah. Hingga tak ada satu pun yang mau mengalah. Jika ada yang berkomentar jelek tentang buku favoritnya, sikap ramah bertumbuh menjadi marah. Lantas, salahkah aku yang hanya… Lanjutkan membaca Buku dan Kubu

Ocehan

Alasan Membaca Buku dan Kelas Menulis

Tadinya, tulisan ini adalah jawaban saya ketika mengikuti kuis berhadiah buku di Twitter. Si pemberi hadiah bertanya, apa alasan kamu masih membaca buku? Mumpung lagi ennui (saya mendapatkan istilah ini seminggu yang lalu saat membaca buku Catatan Bawah Tanah, Fyodor Dostoyevsky), kayaknya asyik juga buat mengembangkan jawaban itu. Alasan saya masih membaca buku, terutama kumcer… Lanjutkan membaca Alasan Membaca Buku dan Kelas Menulis

Ocehan

Diam

Kata-kataku adalah racun. Maka, setelah ini aku akan diam. Diam seperti batu. Seperti Waktu. Seperti para korban pelecehan seksual tidak berani melaporkan pelaku. Aku sungguh tak mengerti, mengapa ketika mereka (para korban) mulai bersuara, khalayak itu justru berteriak: "Siapa suruh pakai baju seksi!" "Kucing dikasih ikan asin, ya enggak nolak." "Kalau disentuh diam, tandanya menikmati."… Lanjutkan membaca Diam