Puisi

Mendengarkan Mono

Kau kembali gagal tidur karena kepala masih berputar mengelilingi bulan. Guling telah kaupeluk, tapi tidak ada kehangatan yang dapat mengobati dinginnya kesepian. Adakah api yang bisa membakarmu hingga menjadi abu? Apakah "tetapi" masih bisa menghapus hal-hal tabu?   Kelelawar mulai beterbangan dan hinggap di pohon jambu. Kelakar berhamburan dan minggat tanpa menyalakan rambu.   Butuh… Lanjutkan membaca Mendengarkan Mono

Iklan
Ocehan

Ini Metafora atau Kiasan atau Omong Kosong?

Alih-alih mengucapkan “Selamat Hari Ibu”, saya justru ingat sama blog akbaryoga yang sudah berusia enam tahun. Geli juga melihat tiga tahun pertama yang cuma buang sampah dan tahi sembarangan. Anehnya, setahun kemudian saya malah senang melakukannya secara rutin seminggu sekali. Tujuannya supaya bersih, lega, dan sehat. Setahun berikutnya pun masih sama, tapi sedikit-sedikit mulai belajar… Lanjutkan membaca Ini Metafora atau Kiasan atau Omong Kosong?

Puisi

Sayang, Aku Terlalu Pengecut untuk Mengenalmu

Seandainya aku dapat meluncur bebas ke suatu hari di masa lalu, aku mungkin akan memilih waktu di mana mata kita saling menatap (secara tidak sengaja, tentu saja). Lalu, jika hari itu kembali lagi dan aku berhasil membuang ketakutanku, akankah aku bisa betul-betul menetap? Kini, aku mulai memasuki ruang hampa. Di dalamnya, aku bisa puas mengutuk… Lanjutkan membaca Sayang, Aku Terlalu Pengecut untuk Mengenalmu

Tanpa kategori

Menemukan Judul untuk Tulisan Ini Lebih Sulit daripada Melupakanmu

Niat dari hari Sabtu: bikin tiga tulisan; satu esai buat dikirim ke media, satu cerpen buat menyicil proyek yang digarap, satu ulasan atau cerita keseharian untuk lomba. Pokoknya semuanya sudah selesai sebelum tanggal 20 Desember. Lalu, yang akhirnya terjadi sekarang: tiga-tiganya enggak ada yang kelar. Esai cuma mentok di poin-poin, cerpen baru setengah jalan, dan… Lanjutkan membaca Menemukan Judul untuk Tulisan Ini Lebih Sulit daripada Melupakanmu

Ocehan

Alasan Membaca Buku dan Kelas Menulis

Tadinya, tulisan ini adalah jawaban saya ketika mengikuti kuis berhadiah buku di Twitter. Si pemberi hadiah bertanya, apa alasan kamu masih membaca buku? Mumpung lagi ennui (saya mendapatkan istilah ini seminggu yang lalu saat membaca buku Catatan Bawah Tanah, Fyodor Dostoyevsky), kayaknya asyik juga buat mengembangkan jawaban itu. Alasan saya masih membaca buku, terutama kumcer… Lanjutkan membaca Alasan Membaca Buku dan Kelas Menulis

Cerita

Menahan Diri

Akhir-akhir ini aku menghabiskan waktu dengan banyak membaca--buku, apa pun itu jenisnya; koran bekas; berita di internet atau media massa; dan, tentu saja, blog teman-teman--daripada menulis. Biasanya juga begitu, sih. Namun, kali ini aku betul-betul sedikit sekali menumpahkan pikiran dan perasaanku menjadi sebuah tulisan. Aku pun entah kenapa mulai mengurangi membuka Twitter. Berusaha tidak berkomentar… Lanjutkan membaca Menahan Diri