Ocehan

Kema(mp)uan

Kau datang kepadaku dengan wajah tertunduk lalu berkata tidak bisa. Aku merespons kalimatmu, bukan tidak, tapi belum. Namun, lagi-lagi kau berkilah, yang kutebak mengarah ke suatu perasaan takut salah dan kalah dalam mencoba sesuatu. Aku tahu betul tentang dirimu. Mau tak mau, aku pun berusaha memaklumi. Tapi untuk terakhir kalinya, tolong ingatlah hal ini: Tak… Lanjutkan membaca Kema(mp)uan

Iklan
Ocehan

Diam

Kata-kataku adalah racun. Maka, setelah ini aku akan diam. Diam seperti batu. Seperti Waktu. Seperti para korban pelecehan seksual tidak berani melaporkan pelaku. Aku sungguh tak mengerti, mengapa ketika mereka (para korban) mulai bersuara, khalayak itu justru berteriak: "Siapa suruh pakai baju seksi!" "Kucing dikasih ikan asin, ya enggak nolak." "Kalau disentuh diam, tandanya menikmati."… Lanjutkan membaca Diam

Cerita

Jawabnya Ada di Ujung Langit

Setelah saya beri tahu soal tulisan Mimpi Itu dari Mana Datangnya, M merespons terharu hingga kami mengobrol di Line dan bertukar kabar. Rindu yang terlalu lama dipendam itu akhirnya sudah betul-betul tersampaikan ke orangnya. Padahal, cukup dengan menulis dan memberi tahu orangnya itu saya sudah lega banget. Saya tidak berharap apa-apa akan respons dia. Lalu… Lanjutkan membaca Jawabnya Ada di Ujung Langit

Cerita

Mimpi Itu dari Mana Datangnya?

--buat M, seorang teman baik yang pernah meminjamkan telinganya untuk mendengarkan cerita saya. * Saya menelepon kamu lewat Line. Dalam hitungan detik, kamu mengangkatnya. Saya mengucapkan salam, lalu kamu menjawabnya dan bertanya, "Kenapa, Yog?" "Saya kangen."   Saya enggak tahu kenapa langsung ngomong begitu. Kamu pun terdiam. Hanya ada desah napas yang terdengar. Saya kemudian… Lanjutkan membaca Mimpi Itu dari Mana Datangnya?

Cerita

Bisakah Produktif?

Saya selalu teringat perkataan Budi Darma tentang produktif menulis. Saya lupa kalimat-kalimat utuhnya seperti apa, tapi yang jelas inti pesannya begini: Kalau memang sehari bisa bikin satu cerpen, kenapa harus menunggu seminggu baru bisa kelarnya satu? Jika bisa menerbitkan novel sebulan satu, kenapa mesti setahun sekali? Dan seterusnya, dan sebagainya. Anjing! Jangankan novel setahun sekali,… Lanjutkan membaca Bisakah Produktif?

Cerita

Dua Paragraf

Bagiku, hidup saat ini sudah seperti suatu perjalanan tanpa membawa peta. Aku cuma pindah dari satu masalah menuju ke masalah yang lain. Apakah kejadian-kejadian yang kualami itu bisa mencerahkan, lalu aku dapat menemukan jawabannya; hanya memperkaya pengalamanku; atau malah tidak menghasilkan apa-apa? Mungkin hidup ini seterusnya akan begitu, hingga aku bisa menarik kesimpulan lainnya. Meskipun… Lanjutkan membaca Dua Paragraf