Jurnal Harian

Mendengarkan Asa Semenjana

Setiap kali lagi suka-sukanya sama sebuah lagu, saya pasti memutarnya berulang-ulang. Kali ini lagu yang menurut saya asyik ialah Nasadira - Asa Semenjana. Saya baru tahu band ini sekitar setahun silam, dan sepertinya malam ini saya kian terpikat sama suara Sky, sang vokalis. Berhubung saya belum menemukan lirik lagu itu saat berselancar di internet, maka… Lanjutkan membaca Mendengarkan Asa Semenjana

Terjemahan

Cara Makan Es Krim

Terjemahan suka-suka dari esai Umberto Eco. -- Ketika saya masih kecil, bocah-bocah membeli dua jenis es krim, yang dijual dari wagon (gerobak kereta api) putih dengan tirai yang terbuat dari logam keperakan: pilih cone seharga dua sen atau pai es krim seharga empat sen. Cone dua sen amatlah kecil, bahkan bisa pas dengan tangan bocah,… Lanjutkan membaca Cara Makan Es Krim

Terjemahan

Jenis Penulis dan Memilih Bacaan

Terjemahan bebas dari aforisme Schopenhauer tentang penulis dan tidak membaca buku jelek. -- Di atas segalanya ada dua jenis penulis: mereka yang menulis demi apa yang harus mereka katakan dan mereka yang menulis demi karya tulis. Yang pertama memiliki ide atau pengalaman yang menurut mereka layak untuk diceritakan; yang terakhir membutuhkan uang dan itulah sebabnya… Lanjutkan membaca Jenis Penulis dan Memilih Bacaan

Cerita

A chit-chat about a girl you can’t have

“Why do I always have to like a girl who either likes someone else, or who already has a boyfriend?” you said. “I don't know, I often experienced it too.” “Do we have a weird passion for hurting ourselves?” you asked. I immediately laughed. I even once liked a girl whose face I can't remember… Lanjutkan membaca A chit-chat about a girl you can’t have

Terjemahan

Sebuah Sejarah Kehidupan Pascaindustri yang Terkondensasi secara Radikal

Cerita teramat ringkas ini saya terjemahkan sebebas mungkin dari salah satu kisah di buku Brief Interviews with Hideous Men karangan David Foster Wallace. -- Ketika mereka diperkenalkan, sang pria membuat lelucon, berharap bisa disukai. Sang perempuan tertawa sangat keras, berharap bisa disukai. Mereka masing-masing lantas pulang sendirian, menatap lurus ke depan, dengan corak yang sama… Lanjutkan membaca Sebuah Sejarah Kehidupan Pascaindustri yang Terkondensasi secara Radikal