Tanpa kategori

Bisakah Produktif?

Saya selalu teringat perkataan Budi Darma tentang produktif menulis. Saya lupa kalimat-kalimat utuhnya seperti apa, tapi yang jelas inti pesannya begini: Kalau memang sehari bisa bikin satu cerpen, kenapa harus menunggu seminggu baru bisa kelarnya satu? Jika bisa menerbitkan novel sebulan satu, kenapa mesti setahun sekali? Dan seterusnya, dan sebagainya. Anjing! Jangankan novel setahun sekali,… Lanjutkan membaca Bisakah Produktif?

Iklan
Cerita

Dua Paragraf

Bagiku, hidup saat ini sudah seperti suatu perjalanan tanpa membawa peta. Aku cuma pindah dari satu masalah menuju ke masalah yang lain. Apakah kejadian-kejadian yang kualami itu bisa mencerahkan, lalu aku dapat menemukan jawabannya; hanya memperkaya pengalamanku; atau malah tidak menghasilkan apa-apa? Mungkin hidup ini seterusnya akan begitu, hingga aku bisa menarik kesimpulan lainnya. Meskipun… Lanjutkan membaca Dua Paragraf

Puisi

Pengamen yang Menyelamatkanku dari Maut

Gerombolan pengamen mendatangi rumahku. Mereka pun berdongeng tentang religi: Sebuah kisah di padang mahsyar.     Aku menelan bunyi itu samar-samar Sambil bersembunyi di dalam sunyi kamar.   Nada-nadanya menyisipkan seperangkat doa Untuk menjernihkan kolam hatiku yang tercemar. Keruhnya lalu dibawa terbang oleh para camar. Menuju tepi pantai, hingga tenggelam ke dasar laut. Lagu yang… Lanjutkan membaca Pengamen yang Menyelamatkanku dari Maut

Cerita

Apakah Judul pada Tulisan Lebih Penting daripada Isinya?

Jika suatu hari saya menerbitkan buku, saya sangat yakin kalau puisi bukanlah hal utama yang akan saya jagokan. Saya sadar kalau sajak-sajak yang saya buat selama ini masih jelek dan butuh belajar lebih banyak. Sesungguhnya, saya pun tidak menggandrungi jenis tulisan ini. Kesukaan saya jelas terhadap prosa, terutama cerpen. Saya pun begitu mengerti bahwa napas… Lanjutkan membaca Apakah Judul pada Tulisan Lebih Penting daripada Isinya?

Puisi

Mendesain Puisi

Bagi yang mengikuti akun Instagram saya: ketikyoga, mungkin kamu pernah beberapa kali melihat saya mengunggah gambar bernuansa desain. Saya sadar, hasil desain yang saya pamerkan itu masih biasa-biasa saja. Sejujurnya, saya juga enggak memiliki ketertarikan khusus dalam hal desain. Alasan saya belajar desain itu karena ingin mencoba-coba juga hal lainnya—selain dunia tulis-menulis. Bermula pada tahun… Lanjutkan membaca Mendesain Puisi

Puisi

Waktu

Kau tak sudi kehilangan waktu dan bilang sangat menghargainya. Tapi mengapa kau gemar membuatku menanti? Bukankah itu suatu kontradiksi? Aku sungguh tidak berani menyebut tulisan ini puisi. Aku hanya ingin bereaksi. Sebagaimana waktu --yang kaupuja dan bangga-banggakan itu-- selalu menjadi saksi pada setiap datangnya friksi. Apa kau belum sanggup menjawab pertanyaanku pada bait pertama? Kau… Lanjutkan membaca Waktu

Puisi

Kesedihan Menemukan Dirinya Kembali

Aku baru selesai memetik air matamu. Kini, aku menggenggamnya dan menjadikan ia seorang teman. Kau tak perlu menangis lagi sekarang. Biarlah Kebahagiaan yang selalu bersamamu dan memelukmu. Lalu, sedihmu akan kutanggung selamanya. Aku tahu ini sangat berlebihan. Tapi aku hanya ingin bersamamu. Walaupun cuma sebatas bagian sedihmu. Maka cepatlah kau lupakan kepingan dirimu yang hilang… Lanjutkan membaca Kesedihan Menemukan Dirinya Kembali